Dibalik Krisis Kemanusiaan Rohingya

Krisis kemanusiaan yang terjadi di negara Myanmar beberapa waktu lalu memang sangat memilukan bagi beberapa orang. Pada krisis tersebut, muslim rohingya disiksa dan juga dibunuh tanpa alasan yang jelas dari negaranya sendiri. Bahkan hampir dari seluruh etnis rohingnya tersebut kabur dari negaranya ke negara negara tetangga dengan harapan dapat bertahan hidup. Kasus tersebut sendiri sudah didengar hingga manapun seperti agen bola Indonesia terutama di dunia internasional. Kasus tersebut sangat parah karena telah melanggar deklarasi ham yang dikeluarkan oleh PBB. Selain itu hal tersebut merupakan tindakan yang sangat keji karena bertujuan untuk membiasanakan etnis rohingnya. Untuk asal mula permasalahannya sendiri ada berbagai jenis versi. Versi yang pertama, muslim rohingga sebenarnya adalah pendatang yang numpang tinggal di daratan Myanmar.

Namun pada beberapa waktu lalu, hal tersebut diangkat menjadi suatu permasalahan dan memicu konflik tersebut hingga masa kini. Versi yang kedua, munculnya tuduhan bahwa etnis rohingga sendiri yang memicu konflik pertama kali dengan etnis lainnya dan hal tersebut merupakan hal yang sepatutnya tidak dilakukan karena etnis rohinganya hanyalah seorang penumpang. Maka dari itu dengan memanfaatkan kekuasaan, etnis rohingya pun diusir secara paksa. Versi terakhir, Myanmar sendiri bukanlah negara yang kaya dan juga tidak terlalu berkembang. Bahkan pendapatan domestik bruto dan perkapitannya cukup randah. Maka dari itu perekonomian yang dimiliki oleh Myanmar cukup lesu. Melirik permasalahan tersebut maka pemerintah akan kewalahan untuk mencukup berbagai kebutuhan mayarakat yang sangat banyak. Untuk mengatasi hal tersebut maka etnis rohingyalah yang dikorbankan. Dengan menfitnah bahwa etnis tersebut bukan penduduk asli maka diusirlah etnis tersebut. Lalu agar proses pengusiran menjadi lebih cepat dilibatkan pula kekerasan fisik.

Kumpulan Rohingya

Berbagai versi latar belakang penyebab permasalahan tersebutlah yang dapat dijadikan sebagai gambaran tersendiri untuk melihat krisis kemanusiaan di rohingnya. Namun sebagai sesame manusia tentu saja pengusiran yang dilakukan oleh pemerintahan Myanmar bukanlah hal yang baik karena melibatkan penyiksaan dan kekerasan pada manusia. Banyak sekali korban yang tewas menganaskan dalam insiden tersebut. Menanggapi permasalahan tersebut, Indonesia memberikan sedikit uluran tangannya bagi pengunsi rohingya yang datang ke Indonesia.

Namun sayangnya Indonesia hanya mampu meberikan bantuan saja, tetapi untuk terlibat di dalam permasalahan tersebut Indonesia tidak berani. Selain berbahaya juga dapat mempengaruhi kestabilan sosial di Indonesia pula. Selain itu keamanan di Indonesia juga dapat terancam. Namun hal yang sudah dilakukan Indonesia dengan membrikan uluran tangan tersebut sudah sangat baik dan bahkan memberikan tempat sementara untuk tinggal. Namun tetap saja Indonesia harus berhati hati karena biasa saja keamanan dari negaranya sendiri ikut terancam.

Komisi darurat kemanusiaaan di berbagai negara pun ikut bergerak untuk membantu meringankan penderitaan yang dialami oleh etnis rohingnya. Salah satu caranya dengan mencarian dana bantuan untuk keperluan hidup ethnis tersebut di berbagai wilayah negara. Hal tersebut memang sudah seharusnya dilakukan karena sudah menjadi kewajiban sesama manusia. Selain itu jika suatu saat posisi tersebut terjadi pada diri masing masing maka sudah menjadi kewajiban juga untuk membalas budi dari pertolongan yang dilakukan sebelumnya. Karena hakikatnya manusia tidak mampu hidup sendiri contohnya saat bermain judi bola dan membutuhkan pertolongan orang lain untuk hidup maka janganlah sekali kali bertingkah egois dengan menutup telinga dari berbagai permasalahan yang dihadapi oleh sebagian orang. Hal tersebut tidaklah sulit, tetapi banyak orang tidak ingin melakukannya.

Leave a Reply